
Minyak Klentik
Minyak klentik adalah minyak goreng yang berbahan dasar kelapa. Beberapa dekade yang lalu, minyak ini lah yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga di Desa Somogede. Pohon kelapa yang tumbuh subur di Desa Somogede memungkinkan pembuatan minyak klentik untuk dilakukan pada skala yang kecil. Selain itu, kala itu minyak sawit yang sekarang menguasai pasar minyak goreng masih belum bisa menjangkau pasar di daerah pedesaan seperti Desa Somogede. Proses pembuatan minyak klentik sendiri serupa dengan proses pembuatan gula jawa. Pertama, kelapa diparut dan diperas yang menghasilkan santan. Kedua, santan direbus hingga kandungan airnya berkurang dan meninggalkan gumpalan yang berbentuk seperti dodol. Gumpalan tersebut bisa dikonsumsi dan terasa manis. Kemudian, santan terus direbus sampai muncul lapisan-lapisan minyak.
Kini, konsumsi minyak klentik tidak lagi sebanyak dahulu karena sudah adanya minyak sawit yang lebih awet. Harga buah kelapa pun sedang tinggi, sehingga banyak orang memilih untuk menjual kelapa dalam bentuk mentah daripada mengolahnya menjadi minyak klentik. Anak-anak kecil pun tidak begitu menyukai minyak klentik, karena ada rasa yang tertinggal di mulut setelah memakan makanan yang digoreng dengan minyak klentik. Namun, hal yang berbeda dirasakan oleh orang-orang tua yang selama masa kecil dan remajanya memakan makanan yang digoreng atau diolah dengan menggunakan minyak klentik. Ada wangi dan rasa yang khas yang membuat rasa suatu makanan menjadi lebih sedap.